Dream Collabo-Action, Pentas Kolaborasi di Hari Anak Yatim

Pada minggu ke 4 di bulan Juli 2018, ada salah satu Agenda Musyawarah Nasional pertama yang diadakan oleh Fornas LKSA-PSAA (Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak - Panti Sosial Asuhan Anak. Munas yang baru di adakan ini berlokasi di Kota Bandung, tepatnya di Hotel Grand Asrilia pada tanggal 24-27 Juli 2018. Fornas LKSA-PSAA merupakan organisasi non pemerintah (NGO/non goverment organization) yang dibentuk dan digerakkan oleh para Ketua Panti Asuhan, praktisi dan aktivis perlindungan anak. Fornas ini di deklarasikan pendiriannya 5 tahun lalu di Yogyakarta dan sampai sekarang sudah ada 5.540 anggotanya. 


 Banyak sekali permasalahan yang berkaitan dengan Kesejahteraan Sosial Anak terutama para anak yatim seperti yang dikemukakan oleh Ketua Fornas LKSA-PSAA Drs. Yanto Mulya Pibiwanto "PErmasalahan sosial anak seperti gizi buruk, kekerasan, eksploitasi, penelantaran, pelecehan seksual, dan juga kejahatan di bawah umur - memerlukan kepedulian dan kepekaan sosial dariseluruh elemn masyarakat. Oleh karena tu kami menginisiasi pencanangan 26 Juli sebagai Hari Anak Yatim. Selain menjadi puncak kegiatan munas forum, ini juga menjadi momentum pengingat agar kita lebih peduli terhadap kondisi anak-anak yatim di panti asuhan.". Drs. Yanto pun merupakan Ketua Panti Asuhan Bayi Sehat Bandung.



Adapun tokoh penting yang mendukung diselenggarakannya Munas ini adalah Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau yang biasa dikenal sebagai Kak Seto yang juga Ketua Umum Lembaga PErlindungan Anak (LPAI). Beliau mengatakan Anak-anak panti asuhan adalah anak-anak Indonesia yang punya hak sebagai anak. Mereka memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal serta dilindungi dari berbagai tindak kekerasan. Selain itu anak-anak yatimpun punya hak untuk didengar, juga dilibatkan dan berpartisipasi dalam program-program yang menyangkut masa depannya. Disini peran pengasuh sangatlah penting. Mereka dituntut harus serba bisa yang nantinya akan menstimulus para anak yatim seperti diasuh oleh orang tua asli. 


Kembali lagi ke Munas Fornas LKSA-PSAA kali ini mengusung tema "Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi" yang bertujuan untuk memicu peningkatan standar dan kualitas pengasuhan anak melalui proses pertukaran informasi, diskusi program, peningkatan kapasitas lembaga, hingga pemetaan kolaborasi antar stake holder terkait pengasuhan anak. Diharapkan kedepannya Kesejehateraan Sosial Anak Yatim bisa lebih baik lagi.



Adapun puncak acara dalam rangkaian Munas Fornas LKSA- PSAA adalah adanya pentas kolaborasi dari anak asuh dan para seniman. Bertajuk "Dream Collabo-Action" yang akan menjadi spirit bahwa anak-anak yatim ini memiliki mimpi dan potensi besar seperti anak Indonesia lainnya. Sebelumnya muncul dari keresahan, dimana selama ini anak-anak yatim yang selalu dilibatkan dalam berbagai macam acara tidak pernah dilibatkan langsung dalam sebuah pentas, mereka cenderung menjadi penonton yang justru menghambat kreatifitas mereka sendiri. Oleh sebab itulah dengan adanya event kolaboras seperti ini diharapkan akan mendiorong perkembangan anak-anak yatim ini. Event ini melibatkan para seniman dan tikoh Indonesia seperti Kang Iing dari Rosemary, Kang Ebith Beat A, Saung Angklung Udjo, hingga Kang Epi Kusnandar dan beberapa pemain sinetron Preman Pensiun, tak lupa Kak Seto pun memberikan treatment khusus dalam program "Bergembira bersama Kak Seto". 

Comments

Popular Posts